MAKAM
KI AGENG TARUP TELETAK 10 KM SEBELAH TIMUR KOTA PURWODADI. SEBAGAI
OBYEK WISATA SPIRITUAL, MAKAM KI AGENG TARUP INI SANGAT RAMAI DIKUNJUNGI
OLEH PARA PESIARAH DENGAN TUJUAN UNTUK MENCARI BERKAH AGAR
PERMOHONANNYA DIKABULKAN OLEH TUHAN YME. KI AGENG TARUP SENDIRI MENURUT
CERITA YANG BERKEMBANG DI MASYARAKAT SEKITAR KHUSUSNYA ATAU MASYARAKAT
JAWA UMUMNYA, DIAKUI PERNAH MEMILIKI ISTRI SEORANG BIDADARI YANG
KETURUNANNYA AKHIRNYA MENJADI ORANG BESAR DI JAWA SALAH SATU
KETURUNANNYA ADALAH KI AGENG SELO
Makam
Ki Ageng Selo teletak di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo 10 km sebelah
timur kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan sebagai obyek wisata
spiritual, makam Ki Ageng Selo ini sangat ramai dikunjungi oleh para
peziarah pada malam jum'at, dengan tujuan untuk mencari berkah agar
permohonannya dikabulkan oleh Tuhan YME. Ki Ageng Selo sendiri menurut
cerita yang berkembang di masyarakat sekitar khususnya atau masyarakat
jawa umumnya, diakui memiliki kesaktian yang sangat luar biasa
sampai-sampai dengan kesaktiannya ia dapat menangkap petir.
Cerita Ki Ageng Sela merupakan cerita legendaris. Tokoh ini dianggap
sebagai penurun raja-raja Mataram, Surakarta dan Yogyakarta sampai
sekarang. Ki Ageng Sela atau Kyai Ageng Ngabdurahman Sela, dimana
sekarang makamnya terdapat di Desa Sela, Kecamatan Tawangharjo,
Kabupaten Grobogan, adalah tokoh legendaris yang cukup dikenal oleh
masyarakat Daerah Grobogan, namun belum banyak diketahui tentang
sejarahnya yang sebenarnya. Dalam cerita tersebut dia lebih dikenal
sebagai tokoh sakti yang mampu menangkap halilintar (bledheg).




Lokasi objek wisata Waduk Kedung Ombo terletak di Desa Rambat, Kecamatan
Geyer, Kabupaten Grobogan kurang lebih 29 Km kearah selatan kota
Purwodadi. Waduk ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang pernah
dibangun oleh pemerintah. Waduk yang mulai dibangun sekitar Tahun 1980,
dan selesai pada Tahun 1991.
Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha
yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran
seluas 3.746 Ha. Terdapat banyak pohon-pohon yang tumbuh di area waduk
sehingga membuat suasana lebih asri dan rindang sehingga membuat para
pengunjung betah disana.
Objek
wisata Api Mrapen ini terletak tidak jauh dari jalan raya
Purwodadi-Semarang, berjarak kurang lebih 26 Km dari kota Purwodadi.
Tepatnya terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabuptaten
Grobogan. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat
dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya
api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari
tempat ini pula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta
Olahraga Nasional (GANEPO I), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.
Sendang Dudo; sebuah sendang yang terletak di dekat api abadi, dimana
airnya senantiasa kelihatan mendidih tetapi tidak panas. Letupan air itu
akan menyala bila kena api. Disamping keanehan alam diatas, di komplek
ini juga tersimpan sebuah Batu Umpak atau "Batu Bobot" yang oleh
masyarakat setempat dikeramatkan. Setiap malam jum`at kliwon selalu
ramai dikunjungi oleh para penziarah dengan maksud tertentu.
Legenda asal mula terjadinya Api Mrapen.
Pada akhir Majapahit, berdirilah kerajaan Demak yang didirikan Raden
Patah dibantu oleh para Wali dan guru agama. Akhirnya oleh Prabu
Brawijaya, Raden Patah diijinkan dan bahkan diangkat menjadi Bupati di
Bintara Demak pada tahun 1503. Kemajuan Bintara sangat pesat dan
pengaruhnya sampai menyusup ke daerah Majapahit. Beberapa bangsawan
Majapahit sudah mulai masuk Islam. Tahun 1509 Raden Patah diangkat
sebagai Sultan Demak dengan Gelarnya Sultan Jimbun Ngalam Akbar atau
Panembahan Jimbun. Dia memerintah sampai tahun 1518 dan digantikan oleh
Adipati Umus (1518 – 1521). Usaha penaklukan Majapahit baru terlaksana
pada tahun 1525, yaitu pada masa kekuasaan Sultan Trenggono ( 1521 –
1546 ).

Obyek wisata Bledug Kuwu ini berupa telaga lumpur hangat seluas kurang
lebih 45 hektar, yang disebut Bledug Kuwu. Fenomena Bledug Kuwu ini
adalah keluarnya air beserta lumpur dari endapan laut purba yang keluar
karena tekanan air vertikal. Lumpur yang disemburkan Bledug Kuwu
disertai asap putih yang membubung itu rata-rata mencapai ketinggian 3
meter. Namun pada saat-saat tertentu terjadi letupan keras yang mampu
menyeburkan lumpur setinggi 10 meter hingga nampak demikian spektakuler.
Letupan keras ini biasanya terjadi pagi buta ketika udara dingin atau
saat cuaca mendung.
Legenda terjadinya Bledhug Kuwu :
Dikisahkan, pada sekitar abad ke-7 Masehi, daerah Grobogan termasuk
dalam wilayah Kerajaan Medang Kamolan yang diperintah oleh Dinasti
Sanjaya/Syailendra. Salah seorang raja dari dinasti ini adalah Dewata
Cengkar, seorang yang konon amat gemar makan daging manusia. Karena
kesukaan raja yang aneh tersebut, membuat rakyat merasa ketakutan.
Mereka tidak ingin menjadi santapan sang raja yang haus darah itu.
Berbagai cara dilakukan untuk melawan sang raja, tetapi semuanya sia-sia
saja. Tak ada yang bisa mengalahkan kesaktian sang raja
Air
Terjun Widuri memiliki tinggi kurang lebih 40 meter dan terletak di
tengah kawasan hutan jati dengan panorama alami yang indah.
Lokasi
Terletak di Desa Kemaduh Batur, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah.
Peta dan koordinat GPS: 6° 58' 10.95" S 110° 59' 10.64" E
LETAK
SENDANG COYO ADALAH DI DESA MLOWOKARANGTALUN KECAMATAN PULOKULON LEBIH
KURANG 26KM DISEBELAH TIMUR DARI PURWODADI. UNTUK MENCAPAI LOKASI WISATA
INI ADA DUA JALUR YANG DAPAT DITEMPUH YAITU MELALUI KECAMATAN WIROSARI
DAN DESA DANYANG . SENDANG COYO TERLETAK DI HUTAN KECAMATAN PULOKULON .
UNTUK SAMPAI LOKASI INI SUDAH MUDAH D IJANGKAU KARENA SUDAH ADA JALAN
ASPAL YANG MENGHUBUNGKANNYA . SENDANG COYO AIRNYA SANGAT JERNIH DAN
DIPERCAYA KALAU MANDI DISENDANG ITU MAKA YANG MANDI AKAN AWET MUDA.
OBYEK WISATA CINDELARAS

tapi sekarang udah gak terwat.. dan dimanfaatkan untuk berpacaran
TERLETAK DI DESA NGRAI KECAMATAN TOROH
11KM DISEBELAH SELATAN KOTA PURWODADI. OBYEK
WISATA INI ADALAH OBYEK CAMPURAN ANTARA ALAM
DAN BUATAN . SELAIN ITU ADA JUGA FASILITAS
UNTUK CAMPING GROUND . KALAU ANDA HOBI MEMANCING
ANDA DAPAT MENYALURKAN HOBI ITU DISINI KARENA
DISINI TERDAPAT WADUK YANG KANDUNGAN IKANNYA
BANYAK. UNTUK ANDA YANG INGIN BERSEMEDI
ATAU INGIN MENCARI WANGSIT DI PUNCAK BUKIT
SUDAH DISEDIAKAN TEMPATNYA MAKA TAK ADA
RUGINYA KALAU ANDA BERKUNJUNG KESINI.
Area ini juga rame di kunjungi warga apa lagi pada saat hari mnjelang malam.. dan di manfaatkan sarana olah raga saat sore hari
1.Api Abadi Mrapen
Api Abadi Mrapen adalah salah satu fenomena alam yang unik yang
terletak di desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.Api ini
keluar dari dalam tanah dan tidak pernah padam walaupun turun hujan
sekalipun.Api ini di gunakan untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta
Olah Raga Nasional maupun di gunakan untuk upacara hari Raya Waisak.Di
tempat ini juga terdapat sendang yang airnya senantiasa kelihatan
mendidih tetapi tidak panas.namanya
"Sendang Dudo".Anehnya
letupan air ini bisa menyala bila terkena api.Selain keanehan di
atas,di tempat ini juga tersimpan batu Umpak atau batu Bobot yang
dikeramatkan warga setempat.
2.Waduk Kedung Ombo
Waduk Kedung Ombo
adalah
salah satu Waduk terluas di Pulau Jawa.Waduk ini mencakup tiga
Kabupaten,yaitu Sragen,Boyolali dan Grobogan.Waduk ini di bangun pada
pertemuan sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh
Kedong Ombo,Desa Rambat,Kecamatan Geyer,Kabupaten Grobogan.

Kawasan
Waduk Kedung Ombo mempunyai area yang luas.Terdapat pohon-pohon yang
tumbuh di area waduk sehingga suasana lebih rindang dan sejuk.Para
pengunjung di waduk ini bisa memancing ikan di pinggir waduk (sambil
pacaran juga boleh).
Bagi pengunjung yang suka berlayar di tempat ini di sediakan
jasa perahu motor yang siap mengantar anda keliling waduk.Jangan
khawatir kalau anda lapar,di tempat ini ada banyak juga yang berjualan
bermacam-macam ikan.Wach...asyik tuh pas banget buat liburan bersama
keluarga anda.Ditambah lagi terdapat area bermain anak-anak yang membuat
anak anda merasa betah.Tidak heran kalau tempat ini ramai di kunjungi.
3.Bledug Kuwu
Bledug Kuwu adalah Obyek wisata alam yang berupa telaga lumpur
hangat yang luas.Fenomena bledug kuwu ini adalah keluarnya air beserta
lumpur dari endapan laut purba yang keluar karena tekanan air
vertikal.Lumpur yang disemburkan disertai asap putih yang membumbung itu
rata-rata bisa mencapai ketinggian 3 meter.Bledug Kuwu terletak di Desa
Kuwu,Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.Lumpur ini mengandung air
dan garam.Adanya kandungan garam di tempat itu di manfaatkan masyarakat
setempat untuk membuat garam secara tradisional.
Menurut cerita turun menurun yang beredar di masyarakat
setempat,Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan
tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia).
Konon lubang itu adalah jalan pulang seekor naga yang bernama Joko
Linglung dari Laut Selatan menuju kerajan Medang Kamulan yang telah
berhasil mengalahkan Dewata Cengkar di Laut Selatan.Jalan pulang yang di
tempuh Joko Linglung itu bukan melalui jalan darat melainkan lewat dari
dalam tanah.Lubang itu terbentuk karena Joko Linglung keluar dari dalam
tanah,karena dia mengira telah sampai di tempat yang di tuju dan di
Kuwu inilah Joko Linglung sempat melepas lelah dan kini diyakini menjadi
asal mula Bledug Kuwu.
Di tempat ini juga banyak yang berjualan Es Degan dan jenis
minuman lainnya.Wach...mantap,cocok untuk bersantai bersama keluarga dan
teman-teman anda.Tapi sayangnya Obyek Wisata kurang di perhatikan
Pemerintah setempat.
4.Air Terjun Widuri
Lokasi Air terjun Widuri terletak di Desa Kemadoh Batur,Kec.Tawangharjo,Kab.Grobogan.
Air
Terjun Widuri memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter,dengan air yang
jernih dan udara di sekitar sangat sejuk serta hijaunya pemandangan di
tempat ini terlihat mempesona dan sangat indah.
Sementara itu di sekelilingnya tumbuh pepohonan yang lebat sebagai
tempat tinggalnya kera-kera hutan.Selain sebagai Obyek Wisata,tempat ini
juga menjadi bumi Perkemahan yang sangat luas,sehingga menambah daya
tarik pengunjung,khususnya bagi para remaja yang memiliki jiwa petualang
dan pecinta alam sejati (seperti saya)
:))
5.Makam Ki Ageng Selo
Makam Ki Ageng Selo terletak
di desa Selo,Kecamatan Tawangharjo,Kab.Grobogan.Tempat ini sebagai
Obyek Wisata spiritual.Makam ini ramai di kunjungi para peziarah pada
malam Jum'at,dengan tujuan untuk mencari berkah agar permohonannya di
kabulkn oleh Alloh SWT.Ki Ageng Selo(Kyai Ageng Ngabdurahman Sela)
sendiri menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar di akui
memiliki kesaktian yang sangat luar biasa,beliau bisa menangkap
petir.Beliau adalah keturunan Majapahit serta nenek moyang raja-raja
Mataram Surakarta dan Yogyakarta.
Ki Ageng Selo di percaya masyarakat jawa sebagai cikal bakal
yang menurunkan raja-raja di tanah jawa.Bahkan pemujaan kepada makam
Beliau masih di tradisikan oleh raja-raja Surakarta dan
Yogyakarta.Sebelum
Gerebeg Mulud(
Upacara yang di selenggarakan pihak kraton kepada masyarakat berupa
gulungan),utusan dari Surakarta datang ke makam Beliau untuk mengambil
api abadi yang ada di makam tersebut.Begitu pula tradisi yang di lakukan
oleh raja- raja Yogyakarta.Api dari makam tersebut di anggap sebagai
api keramat.